RE:CO THE SPECIALTY COFFEE SYMPOSIUM

Boston (Amerika Serikat), 10-11 April 2019 – Re:co (Mengenai:kopi) adalah acara unik yang dirancang untuk diskusi tingkat tinggi, inovasi terdepan dan pengembangan strategi bagi mereka yang bersemangat dan berpengaruh dalam dunia kopi terutama kopi-kopi spesial.

Melalui para pembicara yang mempunyai beraneka ragam pengalaman serta peluang untuk berinteraksi langsung, Re:co melihat adanya peluang pasar, tantangan yang harus dihadapi, solusi apa saja yang bisa ditawarkan, peluang pertumbuhan, perkembangan dan mendalami bagaimana pendekatannya.

Acara Re:co memberikan beberapa manfaat seperti: hadirnya para pembicara yang memiliki beragam pengalaman untuk diceritakan, peluang untuk berinteraksi dan merajut pasar baru, serta sebagai forum para aktor untuk berkumpul dan belajar bersama mengenai tantangan kopi, solusi yang dapat ditawarkan, peluang pertumbuhan, serta memahami lebih lanjut aspek-aspek lain dari kopi.

Audience Re:co adalah mereka yang ingin mendapatkan wawasan tentang pasar dan rantai pasoknya, serta mereka yang ingin ditantang dan terinspirasi oleh industri yang mereka jalani. Ini adalah acara penting bagi para pemimpin bisnis yang percaya bahwa kerjasama dan diskusi dapat bermanfaat bagi semua yang terlibat.

SCOPI yang diwakili oleh Direktur Eksekutifnya Veronica Herlina sangat bangga mendapatkan kesempatan yang sangat langka ini dimana baru hanya ada 1 orang Indonesia yang menjadi pembicara terundang di acara bergengsi dengan perkiraan peserta yang hadir sebanyak 300-400 orang dengan harga tiket yang fantastis, sekitar USD 1,195-1,595 per orang.

Selain menjadi bahan promosi dan penguatan eksistensi SCOPI di tingkat Internasional, keikutsertaan SCOPI dalam acara ini merupakan bagian dari dukungan SCOPI kepada GCP dalam penguatan kolaborasi.

Dalam acara ini para hadirin menginginkan pembicara yang punya pengalaman nyata dan yang sudah mereka kerjakan dan kuasai dengan berorientasi pada gambar atau foto atau infografis yang mendukung cerita yang disajikan, daripada bentuk presentasi seperti laporan atau promosi produk. Pembicara disarankan untuk berbagi ilmu sambil berinteraksi dengan pengunjung; sehingga para hadirin dapat terlibat untuk ikut berpikir dan peduli terhadap hal yang dipaparkan.

Presentasi kolaborasi platform dibuka oleh Ketua GCP yang menjelaskan tentang bagaimana Platform Global bekerjasama untuk mendukung kopi berkelanjutan dan bagaimana GCP bekerja selama 3 tahun ini bersama platform di negara-negara produsen. Program apa saja yang perlu dijalankan dan bagaimana semua pihak dapat ikut terlibat. Bagaimana platform di negara-negara produsen pada akhirnya dapat membantu kita semua untuk bekerja lebih efektif dalam tantangan pengembangan keberlanjutan kopi di tingkat regional. Dan bagaimana Country Platforms yang didukung oleh GCP memberdayakan orang, perusahaan, organisasi, dan pemerintah untuk menciptakan keberlanjutan kopi global bersama.

Panitia memberikan SCOPI waktu 18 menit untuk berbicara tentang apa saja yang sudah dilakukan di Indonesia dalam hubungannya dengan keberlanjutan kopi dan kepedulian terhadap peningkatan ekonomi petani.

SCOPI berkesempatan membagikan pengalamannya bekerja di 15 provinsi dalam berbagai situasi. Salah satu hal yang membuat semua hadirin tercengang dan kagum adalah bahwa Indonesia begitu besar dan kompleks, dari mulai banyaknya belasan ribu pulau, ribuan bahasa dan suku, dan banyaknya tantangan seperti infrastruktur, internet, budaya, pengetahuan, dll.

Sebagai negara penghasil kopi ke 4 terbesar dunia yang memiliki lebih dari 1 juta petani kopi, Indonesia juga memiliki keunikan lainnya, selain menanam kopi Robusta dan Arabika juga ternyata ada kelompok-kelompok petani tertentu yang memiliki potensi membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan menanam kopi Liberika/Excelsa di lahan gambut.

SCOPI juga berkesempatan menyebarluaskan program NSC (National Sustainable Curriculum) dan MT (Master Trainer) yang saat ini menjadi andalan untuk melangkah maju dan melakukan aksi nyata demi keberlanjutan kopi di Indonesia.

Akhir kata, SCOPI mengajak hadirin untuk ikut mendukung MT dan programnya, dimana mereka menjadi tumpuan harapan bagi keberlanjutan kopi di Indonesia, tentunya tugas mulia ini wajib kita dukung dengan semestinya.

Terakhir presentasi SCOPI-GCP ditutup dengan menghadirkan pendekatan tim terpadu kepada hadirin, mendorong orang-orang untuk merenungkan “keharusan” yg perlu kita lakukan bersama dan bahwa kita berada pada momen unik dalam sejarah dimana pengalaman tentang gerakan sustainability di negara-negara produsen kopi sudah mulai bergaung.

Takeaways yang selanjutnya perlu kita follow up dan mungkin saja menjadi home work SCOPI adalah memberikan pemahaman yang lebih dalam pada makna sustainability dan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mencapai keberlanjutan serta memberikan pilihan-pilihan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berkontribusi pada program keberlanjutan kopi, mengingat masih banyaknya pihak-pihak yang belum paham dan mungkin juga belum perduli pada sustainability. Sebagian hanya menginginkan traceability. Hal ini mungkin saja bisa berjalan beriringan seharusnya. So lets keep move forward to develop a good program to bring all the stakeholder interest to join to support the sustainability! and understand what they need too!

Comments are closed.

Berlangganan Newsletter Kami

Daftarkan email anda untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari kami.