DISKO – PERUBAHAN IKLIM

Jakarta (Indonesia), 31 Agustus 2019 – DISKO (Diskusi Kopi) adalah salah satu kegiatan diskusi informal rutin dua bulanan yang diselenggarakan oleh SCOPI sebagai ajang bertukar pikiran khususnya dengan para Anggota dan Mitra untuk menghasilkan ide-ide yang dapat diimplementasikan menjadi sebuah program konkret. Diskusi tentang perubahan iklim kali ini bertujuan untuk menindaklanjuti usulan yang sudah dicetuskan di pertemuan sebelumnya, yaitu: 1) memberikan pendidikan atau pelatihan petani berkaitan dengan dampak perubahan iklim; 2) perlukah riset proyeksi iklim yang pernah dilakukan CCROM-IPB di Sumatera Utara di replikasi di daerah lain untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai ancaman, risiko dan dampak perubahan iklim; dan 3) perlukah mempelajari dampak perubahan iklim di seluruh aktor dan rantai pasok industri kopi.

 

Bekerjasama dengan Anggota SCOPI yaitu Rikolto, maka bertepatan dengan ajang Jakarta Coffee Week yang diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus – 1 September 2019, diskusi ini dibuka untuk umum. Animo yang diterima cukup baik terlihat dari banyaknya kehadiran dan kontribusi dari pelaku kopi yang tertarik dengan isu perubahan iklim. Kami menyambut baik kehadiran para petani binaan Mitra SCOPI dan beberapa Anggota seperti BITRA, Indocafco dan institusi lainnya yang memiliki potensi untuk bekerjasama seperti Lutheran World Relief dan Yayasan Kehati. Kelancaran diskusi ini juga tak terlepas dari peran Ibu Leony Aurora (Anggota Dewan Penasehat SCOPI) sebagai moderator.

 

Sesi dibuka dengan berbagi pengalaman dampak langsung yang dirasakan oleh petani seperti perubahan siklus musim yang menyebabkan kemarau berkepanjangan maupun hujan yang berlebihan. Keduanya memiliki dampak negatif bagi tanaman kopi. Kemarau berkepanjangan menyebabkan banyaknya pohon penaung yang mati dan hama seperti semut yang mengganggu ceri kopi. Hujan berlebihan menyebabkan rontoknya bunga pohon kopi sehingga produksi kopi akan menurun. Dampak lain adalah naiknya suhu yang menurunkan kontrol biologi pada hama tertentu. Naiknya suhu pada ketinggian tertentu, 1-2 derajat membuat hama pengerat buah kopi memiliki kemampuan bereproduksi di ketinggian 800 hingga di atas 1000mdpl dan menyerang tanaman kopi Robusta. Faktor-faktor inilah yang secara langsung mempengaruhi produktivitas baik dari segi kuantitas maupun kualitas kopi.

 

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok diskusi untuk mempertajam usulan rencana aksi yang dibawa dari lokakarya sebelumnya yang diharapkan bisa menjadi acuan langkah strategis bagi SCOPI untuk 1-2 tahun mendatang.

 

Usulan/rencana aksi untuk pendidikan atau pelatihan petani berkaitan dengan dampak perubahan iklim:

  • Mengintegrasikan materi Climate Change ke dalam modul Kurikulum Nasional (NSC)
  • Memasukkan materi tentang Climate Change ke ToT untuk para Master Trainer
  • Monitoring bagaimana para Master Trainer dalam mengimplementasikan materi perubahan iklim ke petani dampingannya
  • Melakukan cross learning/sharing knowledge dari anggota atau mitra yang sudah punya hasil riset ke pihak-pihak lainnya sehingga saling berkolaborasi
  • Melibatkan Anggota SCOPI melakukan kampanye peningkatan kesadaran ke petani dengan berbagai media komunikasi seperti brosur dan selebaran.

 

Usulan/rencana aksi untuk melihat perlunya dilakukan lebih banyak riset di daerah lain di Indonesia untuk melihat dampak perubahan iklim:

  • Melakukan kajian literatur mengenai dampak perubahan iklim terhadap tanaman kopi.
  • Melakukan pemetaan strategi-strategi adaptasi, termasuk bibit atau pohon pelindung yang tahan terhadap perubahan iklim
  • Melakukan studi kasus atau sukses serta opsi replikasinya dengan menggandeng beberapa universitas terkemuka Indonesia seperti IPB, USU, dan Anggota SCOPI yang hasilnya bisa dijadikan acuan atau referensi praktik terbaik (best practice) dan menjadi salah satu strategi adaptasi

 

Usulan/rencana aksi untuk melihat dampak perubahan iklim bagi seluruh aktor sepanjang rantai nilai industri kopi:

  • Melakukan studi untuk melihat secara sistematis dan terstruktur apa dampak perubahan iklim sekaligus mengukur kontribusi jejak karbon berbagai aktor dalam industri kopi
  • Melakukan studi terhadap varietas yang mampu bertahan terhadap perubahan iklim
  • Melakukan kampanye peningkatan kesadaran untuk kalangan masyarakat awam/konsumen sekaligus petani untuk mengurangi jejak karbon dan mempromosikan perilaku ramah lingkungan. Kampanye ini harus dilakukan bersama oleh berbagai kelompok pemangku kepentingan di industri kopi seperti perusahaan e-commerce, komunitas, organisasi nirlaba, pemerintah daerah, dan atau influencer.

 

Semua usulan ini akan ditindaklanjuti oleh Sekretariat dengan melakukan diskusi lebih mendalam dengan para Anggota SCOPI untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan kolaborasi dan menentukan prioritas program, serta aktor mana yang akan mengambil peran sebagai lead facilitator.

 

SCOPI menawarkan kesempatan kepada anggota untuk mengambil peran kepemimpinan serta mengusulkan rencana yang akan mereka ambil sebagai langkah nyata dan positif dalam upaya adaptasi dan mitigasi iklim.

Comments are closed.

Berlangganan Newsletter Kami

Daftarkan email anda untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari kami.