Awalnya Diremehkan, Kopi Bondowoso Kini Rambah Pasar Mancanegara

Surabaya, InfoPublik – Sebelum program Pengembangan Kluster Kopi, petani kopi Bondowoso tidak banyak yang melihat kopi sebagai tanaman ‘emas’. Baru pada tahun 2011 sejak Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengeluarkan program Pengembangan Kluster Kopi, masyarakat mulai beramai-ramai menanam kopi dan menggantungkan hidupnya di sana.

Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni saat Rapat Pejajakan Kerjasama Pengenalan dan pemasaran produk unggulan di Hotel Elmi Surabaya, beberapa waktu lalu mengatakan, program pengembangan kluster diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso melibatkan lima stakeholder yakni Perhutani, Asosiasi Petani Kopi, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Bank Jatim dan Bank Indonesia.

Untuk perluasan lahan kopi rakyat, Pemkab Bondowoso menggandeng Perhutani Bondowoso sebagai mitra. Area hutan lindung dan hutan produksi milik Perhutani boleh digunakan petani kopi dengan syarat Sumber Daya Alam (SDA) hutan tidak diambil. Kesepakatan dua belah pihak ini masih dijalankan hingga sekarang dan telah menghasilkan luas areal tanam sebesar 14.000 hektar.

Sebagai mitra peningkatan kualitas kopi, Puslitkoka ditunjuk Pemkab Bondowoso untuk memberikan pelatihan pasca Progam Kluster Kopi Bondowoso terbentuk. Sejak saat itu, Puslitkoka bersama dinas terkait rutin dan gencar melakukan pelatihan mulai dari proses petik merah matang segar, pengolahan wet process dan proses pengeringan pascapanen.

“Jika sebelumnya petani mengeringkan kopi langsung di atas jalan raya, kali ini mereka diberikan penyuluhan bagaimana teknik mengeringkan kopi menggunakan para-para,” jelasnya.

Meskipun awalnya banyak pihak yang meragukan kebijakan tersebut, saat ini Amin bisa membuktikan, jika kopi bisa menjadi produk unggulan Bondowoso digemari pasar dalam negeri dan menembus pasar dunia, seperti Belanda, Australia, Amerika dan Jepang.

“Dulu banyak yang meragukan kebijakan saya. Mereka berpikir jika Bondowoso bukan daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Tapi saat ini kita buktikan, jika serius maka keberhasilan akan mengikuti,” ujar Amin.

Upaya Amin Said untuk menjadikan kopi sebagai produk unggulan Kabupaten juga tak gampang. Kebijakan yang berpihak pada petani dan penguatan dari sektor hulu hingga hilir terus ia lakukan. Hal ini ditandai dengan bergabungnya APEKI Kabupaten Bondowoso menjadi anggota Sustainable Coffee Platform Indonesia (SCOPI).

“Bahkan kami pernah dipercaya mewakili Jawa Timur untuk mempresentasikan tentang Bondowoso Coffee: The Featured Product Of Bondowoso, East Java, Indonesia dalam forum Pacific Internationa Tourism Expo (PITE) di Rusia,” jelasnya.

Setelah memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan nama Arabika Java Ijen-Raung dan deklarasi Bondowoso Republik Kopi membuat para petani kopi Kecamatan Sumberwringin dan Kecamatan Ijen berlomba-lomba menanam kopi.

Bahkan, daerah di kaki Gunung Argopuro saat ini juga tengah dilakukan pengembangan kluster kopi dan sedang dalam proses perolehan sertifikasi IG. Lahan perhutani hasil kerjasama progam MoU kini diperbaharui lagi. Luasan lahan penanaman kopi juga bertambah.

Awalnya dari 4.000 hektar menjadi 14.000 hektar lahan kopi siap tanam. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat memanjakan petani-petani kopi. Peningkatan kualitas dan kuantitas kopi Arabika Bondowoso terus dilakukan. Hal ini dilakukan demi ketersediaan kopi berkualitas di pasar kopi luar dan dalam negeri

Investor Amerika

Bupati dua periode ini mengungkapkan belum lama ini, investor asal New York, Amerika Serikat, Stern Resources (SR Group), melirik potensi Kopi Java Ijen Arabica Bondowoso, Jawa Timur, serta sejumlah destinasi wisata.

Bentuk keseriusan SR Group itu ditunjukkan dengan datang langsung ke sejumlah destinasi wisata di Bondowoso, beberapa waktu yang lalu. “Sebelum datang ke Bondowoso, mereka sudah mencari informasi terkait sektor apa yang akan dikerjasamakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sampai saat ini Bondowoso sangat terbuka menyambut rencana SR group untuk berinvestasi. “Saya paparkan secara detail potensi yang bisa dikerjasamakan. Dan mereka sangat antusias, bahkan mereka langsung ke lokasi di kecamatan Ijen. Mereka sampai bermalam untuk mengeksplor apa bisa dikolaborasikan,” ucap Amin.

Agar investasi itu berjalan dengan lancar, Pemkab Bondowoso akan memberikan kemudahan dalam proses perizinan. “Kami akan mudahkan dan mempercepat proses perizinannya, karena ini akan berdampak terhadap perekonomian Bondowoso,” kata Amin. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-hjr/Kus)

 

Sumber: Artikel ini diliput oleh Reporter MC Prov. Jawa Timur, ditayangkan oleh Kusnadi dan dipublikasikan oleh website Info Publik pada link “http://infopublik.id/read/272139/awalnya-diremehkan-kopi-bondowoso-kini-rambah-pasar-mancanegara.html”

 

Share

Leave comment

Berlangganan Newsletter Kami

Daftarkan email anda untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari kami.