Dewan Pengurus

Anggota

Chandra Panjiwibowo telah bekerja di organisasi internasional dan nasional seperti UNDP, UNWFP, GIZ, ICRAF, dan Yayasan pelangi di berbagai program yang berhubungan dengan perubahan iklim, perdagangan karbon, pertanian, kehutanan, ketahanan pangan dan lingkungan di Indonesia. Sebelum tahun 2018, beliau menjabat sebagai perwakilan UTZ untuk Indonesia. Saat ini beliau menjadi perwakilan dari New Rainforest Alliance untuk Indonesia.


Posisi:
Anggota

Hendri Kurniawan dikenal sebagai pendiri ABCD School of Coffee, dan kecintaanya pada kopi sangatlah besar.

Beliau telah bayak berpartisipasi pada berbagai kegiatan kopi tingkat dunia sebagai juri yang bersertifikat dalam ajang World Barista Championship, World Coffee in Good Spirits dan World Brewers Cup Championship.

Beliau juga merupakan salah satu perwakilan World Coffee Events (WCE), dan tugasnya adalah mengawasi kejuaraan nasional yang diakui oleh negara serta menjadi Juri ketua dan memberikan pelatihan kepada juri nasional.


Posisi:
Anggota

Richard Atmadja merupakan Manajer Purcashing di PT. Mayora Indah Tbk. Beliau memulai karier di perusahaan ini pada tahun 2011 sebagai bagian dari tim Pareto raw material purchase. Salah satu komoditas yang Dia tangani adalah coffee beans. Richard merupakan lulusan Master of Accounting Monash University pada tahun 2011.


Posisi:
Anggota

Wildan Mustofa merupakan pemilik dari CV. Frinsa Agrolestari, sebuah perusahaan yang fokus pada sektor pertanian. Beliau memperoleh gelar Sarjana Geologi dari Institut Pertanian Bogor dan melanjutkan ke jenjang Master di Jurusan Management Universitas Padjajaran.

Beliau juga aktif  berpartisipasi di COTECA (Coffee, Tea, Cocoa Global Industry Expo) yang diadakan Sepetmber 2016 di Hamburg. Selain itu, Beliau juga berkontribusi untuk MICE (The Melbourne International Coffee Expo) pada bulan Maret 2016. Ia juga menjadi pemenang juara pertama pada Kompetisi Kopi Nasional kategori Kopi Arabika dengan nama Klon Frinsa. Beliau juga mejadi runner-up dalam ajang lelang kopi “Indonesia, Portrait Coutry” di Atlanta tahun 2016.


Posisi:
Anggota

Pricilia Cindy Tiffany memperoleh gelar Diploma pada tahun 2011 di Jurusan Fashion Business LaSalle College International. Sebelumnya, Beliau bekerja sebagai wedding organizer sampai akhirnya menjabat sebagai Project Manager Divisi Export dan Import di PT. Asal Jaya. Project yang Ia tanganin bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup petani kopi.


Posisi:
Anggota

Eddy Purwanto merupakan seorang yang aktif di LSM Komite Anti Korupsi (KoAK) Lampung sejak tahun 2003-2010. Beliau juga berkontribusi penuh sebagai aktivis yang peduli terhadap lingkungan (Hutan Kemasyarakatan) dari tahun 1999 sampai sekarang.  Kariernya sebagai aktivis tersebar luas di berbagai bidang. Pada tahun 2003, Ia memutuskan untuk menjadi aktivis peduli sungai (FKKTHKm) di Lampung Barat sampai sekarang.

Tahun 2001 sampai sekarang, Beliau menjabat sebagai Ketua Perkumpulan GKT Alam Lestari Sejahtera di divisi marketing dan bermitra dengan PT. Nestle Indonesia. Ia juga menjadi fasilitator Lampung Level III / FASDA III Lampung melalui Sistem Kebersamaan Ekonomi Berbasis Manajemen Kemitraan (SKEBMK) yang dimulai pada tahun 2005. Selain itu, Ia juga menjadi Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanian Lampung Barat dari tahun 1980 sampai sekarang.


Posisi:
Anggota

Ayi Sutedja, lahir pada tanggal 12 Januari 1965 di Bandung. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro tahun 1984 dari IKIP atau sekarang lebih dikenal UPI Bandung. Beliau kemudian bekerja sebagai Insinyur Lisrik di Jakarta sampai tahun 2011. Sejak tahun 2011, Dia beserta Kelompok Petani Kopi Murbeng Puntang mengolah kopi di Gunung Puntang dan Malabar, Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi dan melestarikan hutan di Gunung Puntang dan sekitarnya.

Dia merupakan pecinta kopi, hal ini didapatkan dari ayahnya yang juga pecinta kopi. Ayahnya mengajarinya berbagai hal mengenai kesitimewaan kopi arabika dan robusta. Dia juga bekerja dengan komunitas pesisir, lahan gambut dan kawasan hutan dengan program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat untuk mengelola kawasan dan menciptakan sistem pertanian berkelanjutan.

Kopi dapat tumbuh dengan baik pada berbagai sistem agroforesti atau di hutan yang masih alami dan dapat memberikan keuntungan bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. “Bertani telah menjadi akar kebudayaan kita. Bertani bukan hanya sebuah pilihan, melaikan sebuah peluang untuk hidup”.


Posisi:
Anggota

Wisman Djaja memperoleh gelar Master tahun 1979 dari Jurusan Production and Management Engineering-Loughborough University, England. Pada tahun 2006, Beliau diangkat menjadi Executive Development Program di ID Business School, Switzerland. Beliau telah bekerja lebih dari 30 tahun di Nestle. Sejak tahun 2002-2005, Ia menjabat sebagai Direktur Penjualan PT. Nestle Indonesia. Pada tahun 2013, Beliau diangkat menjadi Director of Supply Chain Management. Saat ini, Ia menjabat sebagai Director of Sustainable Agriculture, Development and Procurement. Beliau menjadi Ketua Divisi SC yang bertanggung jawab untuk memprediksi permintaan, perencanaan suplai, logistik, "order to cash" dan juga layanan pelanggan.

Sampai saat ini, Wisman Djaja menjabat sebagai salah satu Dewan Member SCOPI dan Beliau juga menjadi Dewan Member di organisasi lainnya. Beliau juga telah berkontribusi secara penuh dalam melakukan kemitraan yang berkelanjutan untuk kakao sejak tahun 2015. Selain itu, Ia juga mengisi posisi penting di Yayasan IDH Indoneisa sebagai Dewan Member sejak tahun 2017.

 


Posisi:
Bendahara

Indardi “Indi” Soemardjan adalah pengusaha yang aktif dan memiliki jejaring yang baik di komunitas  ASEAN dan New Zealand yang mengembangkan mengembangkan peluang pengembangan bisnis dan perdagangan yang berkelanjutan, dan  memahami potensi pertumbuhan bisnis di kawsan ASEAN. Indi adalah satu dari 7 (tujuh) orang Indonesia yang dianugerahi Penghargaan 40 Tahun Kemerdekaan ASEAN New Zealand di tahun 2015 untuk berkontribusi memperdalam hubungan New Zealand dengan ASEAN, terutama melalui Young Business Leaders Initiative ASEAN. Ia juga berpartisipasi dalam Dialog "15 Indonesia - Selandia Baru 15 + 15" yang merupakan salah satu jalur diplomasi terpenting yang diselenggarakan oleh Pusat Habibie di Jakar. Dia juga duduk dalam tim penasihat New Zealand Institute of Asia, yang merupakan kelompok riset bisnis di bawah University of Auckland dan duduk di Dewan Penasihat Global AGREA di Filipina.

Beliau memiliki Perusahaan yang bernama Anapana Pte Ltd, berbasis di Singapura dan mengoperasikan bisnis kopi Farm-to-cup antara Indonesia dan Singapura dengan merek sendiri Javanero (untuk green beans specialty) dan SOMA Coffee (untuk gerai ritel F & B yang melayani diri sendiri-kopi yang berkelanjutan).


Posisi:
Sekretaris

Fitrian Ardiansyah menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif IDH (The Sustainable Trade Initiative) Indonesia. Beliau juga Anggota Dewan Kemitraan untuk Pertanian Berkelanjutan Indonesia (PISAgro), Anggota Komite dari Tropical Forest Alliance (TFA / WEF) Asia Tenggara, Ketua Koordinator Program LTKL (Sustainable Districts Platform) dan Sekretaris Dewan Eksekutif SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia).

Sebelumnya, Beliau merupakan Direktur Program untuk Iklim dan Energi di WWF Indonesia. Dia merupakan salah satu tenaga ahli dan anggota delegasi resmi Indonesia untuk UNFCC dan anggota dewan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Dia juga secara aktif berkontribusi dalam pengembangan prinsip dan kriteria RSPOP pada awal tahun berdirinya oranisasi tersebut.

Beliau melakukan penelitian doktornya di Australian National University (ANU), di mana ia juga memperoleh gelar Master di bidang Manajemen dan Pengembangan Lingkungan. Gelar sarjananya diperoleh di Institut Teknologi Bandung.


Posisi:

Berlangganan Newsletter Kami

Daftarkan email anda untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari kami.