Sekretariat – SCOPI

Sekretariat

Manajer Komunikasi

Swiny Adestika memiliki pengalaman kerja lebih dari 10 tahun sebagai marketing, komunikasi, kemitraan dan keterlibatan pemangku kepentingan dari berbagai industri, mulai dari perusahaan swasta, organisai non-profit dan lembaga Pemerintah. Desti mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia.

Desti sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Ahli Komunikasi di Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia sebagai konsultan dari UNDP/UNOPS (2018-2019). Ia juga memiliki pengalaman bekerja sebagai Tenaga Humas Pemerintah di Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai Manager Marketing di Lufthansa German Airlines, menjadi E-Guide di @america serta mengawali karir profesionalnya di PT Carat Indonesia sebagai Media Investment Executives. Ketertarikan Desti pada pelibatan komunitas serta kesukaannya pada minuman kopi menjadi alasan ia bergabung di tim SCOPI.


Posisi:
General Affairs & Operations Officer

Purnama Graha merupakan seorang penggiat lingkungan di bidang konservasi Herpetofauna dan terapan meteorologi alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelum bergabung dengan Sekretariat SCOPI, Purnama telah berpengalaman bekerja selama tiga tahun. Pada tahun 2018, ia bergabung di Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, sebuah badan ad-hoc yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2016, sebagai staf Kedeputian Bidang Penelitian dan Pengembangan. Di sana ia bertanggungjawab untuk mempersiapkan rancangan anggaran untuk perjalanan dinas, menyusun pelaporan dan berkoordinasi dengan dinas-dinas Pemerintah terkait, universitas, LSM dan kelompok masyarakat. Sebelumnya, Purnama bekerja sebagai Observer Analisis Beban Kerja di PT. Angkasa Pura 2 (Persero), Surveyor Tatabatas di PT. Humus Benua Energi, dan Surveyor Herpetofauna di Pusat Studi Reklamasi Tambang IPB.

Purnama mendapatkan gelar Sarjana Sains IPB dalam bidang Meteorologi Terapan dengan keahlian tambahan Sistem Informasi. Selain itu, Purnama juga telah aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB dengan peran antara lain menjadi Ketua Tim Peneliti Herpetofauna Ekspedisi Global UKF IPB di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten (2014), menjadi pendamping Tim Peneliti Herpetofauna (2015-2017), Ketua Tim Peneliti Herpetofauna Ekspedisi Batas Negeri UKF IPB di Pulau Laut dan Pulau Sekatung, Ranai, Kepulauan Riau (2015), Kepala Divisi Herpetofauna UKF IPB (2016), dan Ketua Diklatsar Anggota Baru (Metamorfosa XV) UKF IPB (2016), Ketua Divisi Dana Usaha pada kegiatan UKF IPB, serta Ketua Pelaksana Fieldtrip Oseanografi IPB (2014). Selain itu, Purnama juga telah menjadi pemateri herpetofauna di Kegiatan Sekolah Alam Tarasalvia (2016), pemateri herpetofauna di kegiatan upgrading anggota Sioux Yayasan Ular Indonesia (2016), dan pemateri Pendidikan lingkungan Gibbon Research IPB (2016).

Purnama sangat senang menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat ekowisata atau Taman Nasional. Selain menikmati pemandangan bentang alamnya, Purnama sangat senang untuk melakukan pengamatan Satwa Liar (terutama jenis – jenis Herpetofauna). Hobi lainnya yaitu dalam kegiatan otomotif pada kendaraan roda dua Vespa.


Posisi:
Direktur Eksekutif

Paramita Mentari Kesuma memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman professional dan berorganisasi di bidang manajemen program strategis, stakeholders engagement, manajemen administrasi dan proyek, serta isu pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di lintas sektor (swasta, organisasi nirlaba dan pemerintah).

Mentari telah berperan sebagai Asisten Utama Kepala Badan Restorasi Gambut RI (BRG), sebagai konsultan dari CLUA/UNDP/UNOPS (2016-2019). BRG merupakan badan ad-hoc yang baru didirikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 dengan mandat untuk memfasilitasi dan mengkoordinasi kegiatan restorasi gambut di dua juta hektar lahan gambut di tujuh provinsi prioritas hingga tahun 2020. Sebelumnya, Mentari telah bekerja di WWF-Indonesia, Deloitte Indonesia, Bank Indonesia (magang) dan sebagai voluntir untuk kegiatan Rumah Sehat Garut dan Koperasi Asgar Alam Sejahtera.

Mentari pernah memenangkan “Miss Indonesia Earth-Water 2008” dan bekerja dengan Miss Indonesia Earth Foundation (2008-2009). Ia juga pernah memenangkan titel “None Favorit Jakarta Kabupaten Kepulauan Seribu 2005” dan bekerja dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta (2005-2010). Selain itu, ia pernah menjadi presenter acara TV “Jejak Petualang” di Trans7 TV, sebuah acara eco-travel.

Mentari memperoleh gelar Master of Management in Applied Finance dari BINUS Business School (Jakarta, Indonesia) dan double-degree Bachelor of Commerce & Sarjana Ekonomi dari Curtin University of Technology (Perth, Australia) dan BINUS International University (Jakarta, Indonesia). Ia juga berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa penuh dari Singapore International Foundation dan Methodist Girls'​ Secondary School (Singapura).

BINUS University memberikannya penghargaan BINUS Leadership Excellence Award 2011. Selain itu, ia juga menjadi LEAD Foundation Fellow 2010 untuk Green Economy. Beberapa pengalaman organisasinya mencakup, terpilih sebagai Vice President BINUS University Student Committee dan Social Secretary of the Junior Common Room Committee di Nanyang Girls' Boarding School. Pada tahun 2014, Mentari menerbitkan buku pertamanya berjudul "Menyingkap Cahaya Mentari", sebuah buku motivasi Islami yang diterbitkan oleh Rausyan Fikr Press.

Selain gemar berpetualang bersama kedua putri & putranya, Mentari gemar melakukan scubadive, travelling, menulis, melukis dan fotografi.


Posisi:
Program Officer

Iyat Hamiyati lulus dari Institut Pertanian Bogor sebagai Magister Sains Kelautan dan Perikanan, sebelumnya berperan sebagai fasilitator di beberapa daerah di Indonesia sebagai Program Officer di Pokja Papua tahun 2016-2018. Salah satu tugasnya adalah memberikan pelatihan kepada suku asli Papua untuk lebih berkembang secara ekonomi. Kegiatan yang pernah dilakukan meliputi Bina Petani Kopi Papua di 5 (lima) lokasi yaitu Kabupaten Puncak Jaya, Jayawijaya, Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

Ia juga pernah bekerja di Destructive Fishing Watch tahun 2015-2016 sebagai fasilitator program Sekaya Maritim dan PRAKARSA yang berfokus pada pengembangan komunitas di pulau-pulau kecil terluar di Indonesia yang membawanya menerima beasiswa Australia Award Fellowship-Monash University dengan tema “Empowering Women for Sustainable Development of Indonesia’s Aquatic Living Resources”.

Ia juga aktif menulis karya tulis ilmiah dan non ilmiah. Salah satu karyanya yang berjudul “Biological reproduction aspects of jaguar guapote (Parachromis Managuensis) in Penjalin Reservoir Brebes-Central Java, Indonesia” yang dipublikasikan di Journal of Biodiversity and Environmental Science


Posisi:

Berlangganan Newsletter Kami

Daftarkan email anda untuk mendapatkan pembaruan terbaru dari kami.