Detail Kegiatan

  • Tentang: Pelatihan
  • Tanggal: 05 Dec 2019
  • Lokasi: Bogor, Jawa Barat

Deskripsi Kegiatan

Master Trainer (MT) adalah bagian penting dalam keluarga SCOPI dan menjadi salah satu kunci keberhasilan cita-cita mewujudkan kopi yang berkelanjutan di Indonesia. Oleh karena itu, kapasitas pengetahuan dan keterampilan para MT pun perlu terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang ditempuh SCOPI, dengan mengadakan pelatihan dalam kegiatan MT National Meeting 2019.

 

Sejak 2016, para MT yang dilahirkan dari kegiatan ToT (Training of Trainers) yang diselenggarakan SCOPI telah melatih dan mendampingi para petani kopi untuk menerapkan praktik budidaya kopi berkelanjutan (Good Agricultural Practices/GAP) dan penanganan pasca-panen. SCOPI telah mencetak sejumlah 190 MT (147 laki-laki dan 37 perempuan) yang tersebar di 15 provinsi penghasil kopi arabika dan robusta terbesar di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kapasitas MT, pada 5–7 Desember 2019 SCOPI menggelar pertemuan nasional Master Trainer dengan tajuk “MT Hebat, Petani Kuat” di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada pertemuan ini, sejumlah 76 MT dari 13 provinsi atau sekitar 40 persen dari total MT turut berpartisipasi. Para MT dibekali kembali dengan beragam keterampilan dan pengetahuan untuk menunjang kegiatan mereka dalam melatih para petani kopi. Pembekalan ini juga merupakan tindak lanjut dari peluncuran buku Kurikulum Nasional Kopi Berkelanjutan Robusta (National Sustainable Curriculum/NSC-R) pada 2016 dan Kurikulum Nasional Kopi Berkelanjutan Arabika (National Sustainable Curriculum/NSC-A) pada 2017, yang diperbaharui lagi pada pertengahan 2019. Kurikulum ini juga dilengkapi dengan pembuatan buku Manajemen Pelatihan.

 

Dengan pembekalan serta diseminasi buku NSC cetakan baru versi 2019 serta buku Manajemen Pelatihan kepada para MT ini, diharapkan para MT mampu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani dengan cara yang lebih efektif dan terarah dengan memperhatikan antara lain aspek-aspek sosial, lingkungan, ekonomi, gender, regenerasi, perubahan iklim, agroforestry, dan lain-lain. Di samping itu, para MT juga diharapkan mampu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi pelatihan NSC.


Share